2. Memulihkan Partisi yang HilangBila tiba-tiba drive hilang dari BIOS atau File Manager, tidak berarti data Anda hilang.
Biasanya ini karena tabel partisi Master Boot Record (MBR) tidak dapat dibaca dengan benar.
Untungnya sudah ada tools yang dapat mengenali dimana partisi tersebut berada dan memulihkannya. Good newsnya, tools itu freeware, namanya MBRTool 2.3.1. . Ada juga shareware Active@Partition Recovery.
Untuk berjaga-jaga agar data tidak hilang kita Anda mengotak-atik MBR, buat klon 1:1 terlebih dahulu, misalnya dengan tools HDClone 3.2. Tools DOS ini akan meng-copy hard disk, sektor demi sektor, termasuk yang berisi kesalahan.
3. Membaca Data Sebanyak Mungkin
Pada setiap hard disk terdapat sektor-sektor yang tidak dapat dibaca (bad sector). Biasanya posisi bad sector ini disimpan di area khusus sistem (System Data Area) dan tidak lagi digunakan. Namun, bila terlalu banyak bad sector, sistem akan membentur batas dan akses ke hard disk menjadi sangat lama.
Bila hard disk Anda membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membaca data, periksa dulu penyebabnya, apakah bad sector atau bukan. Untuk memeriksanya, gunakan tools diagnosis dari produsen hard disk.
Tahan penggunaan tools untuk mereparasi karena prosedur diagnosis dapat berlangsung berjam-jam, bergantung kapasitas dan kondisi hard disk. Bila mungkin, lakukan diagnosis pada malam hari. Jangan gunakan FDisk, ScanDisk atau tools bawaan Windows lainnya. Bila ada kesalahan hardware pada hard disk, tools bawaan Windows itu dapat memperburuk situasi.
Bila hasil diagnosa memastikan bahwa memang banyak sektor yang rusak atau tidak dapat dibaca, langkah berikutnya adalah membuat sebuah copy eksak dari hard disk yang rusak dengan HDClone 3.2. Bila kerusakan fisik tidak serius atau sektor yang rusak berada di bagian akhir hard disk, HDClone menyelematkan data Anda dengan baik.
Bila sektor yang rusak berada pada bagian awal hard disk, upaya cloning dengan HDClon bisa gagal. Ada trik khusus untuk mengatasinya, bahwa pembacaan dengan cache hard disk bekerja dalam arah maju secara berurutan. Artinya, jika ada sektor rusak, data berikutnya tidak dapat dibaca karena petunjuk tentang lokasi data tersebut tidak ada. Lain halnya jika data dibaca secara mundur seperti dilakukan oleh tools Linux dd-rescue .
Kemudian berdasarkan laporan kesalahan yang dihasilkan dd-rescue, Anda dapat mencoba memulihkan data dengan PC-Inspector File Recovery.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar